#FFKamis – Telepon

Diangkat.

Namun bangsat, tak dijawab.

Tak tahukah dirinya kalau aku butuh benar?

“Halo?”

Hanya sunyi dan hela-hela napas yang menjawab.

Persis film-film horor picisan, yang diciptakan demi melemahkan kinerja jantung, melahirkan asma.

“Halo? Kau di mana? Jawab!”

Masih sunyi, masih hela-hela napas.

Petir menggelegar, hujan jatuh satu-satu.

Hawa-hawanya, rasa-rasanya persis film horor.

Sekali kejap, merinding bulu romaku.

Persetan!

Kubanting gagang telepon, kesal membuncah.

“Kriiing!”

Kuangkat, kusapa kasar.

“Aku butuh cepat! Mau gila rasanya! Pesananku dibuat lama begini, goblok!”

Lagi, sunyi menjawab, jua hela-hela napas.

Kutelan liur pada kering kerongkongan.

Aku…

ketakutan?

Persis film-film horβ€”

Sayangnya, cerita ini tak pernah terselesaikan.

Advertisements

One thought on “#FFKamis – Telepon”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s