Bata Kebosanan, Aschenputtel, Dan Gadis Yang Mendamba Kegilaan

Anyir menguar dari genangan-genangan sewarna saga di kota itu. Asap kelabu masih membumbung tinggi di udara. Puing-puing bangunan yang legam, terlihat saru di antara potongan-potongan tubuh yang hangus terbakar.

Dan hebatnya, kau memilih gila daripada mati.

Tak banyak yang seberani engkau, nanda, puji El-Maut seraya memelukmu. Kemudian ia kembali menggali tanah merah yang kau dan dirinya pijak, entah untuk apa.

Kau tak sempat bertanya tentang mereka yang tak seberani engkau. Sebab, beberapa babi tengah menyusun bata demi bata kebosanan yang berbentuk bulat, putih, dengan lingkaran warna-warni di tengahnya, serupa bola mata.

Bantu aku, nanda! Cepat! uik salah satu dari tiga babi di sana. Serigala akan datang!

Engkau gegas membantu mereka, menyusun bata demi bata kebosanan. Lalu, di tengah pesing keringat babi-babi di udara, kau menyadari bahwa yang kaususun satu-satu itu adalah bola mata asli.

Bola mata-bola mata milik sesiapa yang kaukenal.

Muntahan yang mendesak naik melewati kerongkongan dan tercecap di lidah, terpaksa kautelan kembali. Bola mata-bola mata itu kaukenal hanya selewat, beberapa lebih intim. Lalu, ketika engkau menemukan empat belas pasang bola mata yang teramat menelurkan memoar penuh luka, kau tak lagi kuasa.

Kau pun pergi, meninggalkan babi-babi itu dalam kepanikan. Sedetik-dua kemudian terlihat larimu makin kencang, usai mendengar uik serupa jerit di belakangmu.

“Aku pemberani. Aku yang memilih ini.”

Kau terus menerus mengucapkan dua kalimat itu hingga menjelma mantra.

Beranikah kau, nanda? ratap seorang gadis dalam gumul abu yang tiba-tiba menghampirimu. Tolong aku! Tolong!

Kau manut saja ketika gadis itu mendudukkanmu di sebelah abu sisa pembakaran, persis di belakang sebuah rumah sederhana. Kau pun tetap diam ketika gadis itu mencemongimu dengan arang hingga serupa ia.

Gantikan aku sebentar saja, kumohon! lalu ia pergi.

Kau terdiam, bingung harus apa. Dan ketika kau ditemukan oleh seorang wanita yang lama rekat dalam ingatanmu, kau ketakutan setengah mati.

Aschenputtel! Lekas kau ke dalam! cecarnya seraya menudingmu dengan pisau.

“Bukan! A-Aku bukan dia! Kumohon, le-lepaskan aku! Aku hanya ingin menjadi gila!”

Aschenputtel! makinya keras kemudian menghampirimu. Berhentilah meracau dan lekas bantu saudari tirimu!

Dengan tubuh tremor, kau mengekori wanita yang setengah mati kaukenal itu.

Terlihat pas, bukan? Sedikit sempit, tetapi memang seharusnya seperti itu, Tuanku. Sebab, aku mengenal sepatu ini seperti aku mengenal diriku sendiri, jilat seorang gadis yang ada di dalam rumah.

Pangeran itu hanya menggeleng, kemudian penjaganya memenggal kepala gadis itu.

Siapa lagi yang merasa bahwa dirinya adalah wanita yang kucinta?

Dia pangeran! pekik ibu tirimu yang persis ibu tirimu.

“Bu-Bukan! Aku bukan Aschenputtel!”

Teramatlah jelas jikalau seorang pangeran tak suka dibantah. Karenanya kau terpaksa merebut pisau di tangan wanita itu, kemudian menghunjamkannya ke dada sang pangeran.

Dan sekali lagi, kau pergi. Kau berlari begitu jauh, hingga kembali bertemu El-Maut.

“Aku… hanya ingin… menjadi… gila…”

Masuklah.

“A-Apa itu?”

Liang Kegundahan.

Tanpa bertanya lagi, kau melompat masuk ke dalamnya.

***

Anyir menguar dari genangan-genangan sewarna saga di kota itu. Asap kelabu masih membumbung tinggi di udara. Puing-puing bangunan yang legam, terlihat saru di antara potongan-potongan tubuh yang hangus terbakar.

“Lihat! Gadis Aleppo ini selamat! Ta-Tapi… sekujur tubuhnya penuh luka. Se-Sepertinya bu-bukan karena bom-bom itu…”

Advertisements

4 thoughts on “Bata Kebosanan, Aschenputtel, Dan Gadis Yang Mendamba Kegilaan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s