Kisah Raja Abdushshaleh

Pada zaman dahulu, hidup seorang raja congkak bernama Abdushshaleh. Pemerintahannya yang tirani membawa banyak kesengsaraan bagi rakyat Ithsamet. Pajak yang begitu tinggi membuat orang-orang harus bekerja setengah mati demi memenuhinya. Gadis-gadis terpaksa dikawinkan sedini mungkin demi uang. Pejabat-pejabatnya korup. Alim ulamanya busuk.

Rakyat yang tertindas akhirnya meminta kepada Tuhan untuk mengazab Raja Abdushshaleh. Tuhan lantas mengabulkannya. Dibuatnya Raja Abdushshaleh begitu buruk rupa, hingga menyerupai kera berbulu merah jambu. Namun, karena Tuhan Maha Kuasa pun Maha Baik, azab itu hanya berlaku selama lima puluh tahun.

Raja Abdushshaleh tak mampu berbuat apa-apa ketika diazab. Di tahun pertamanya menjadi kera buruk rupa, kerjanya hanya mengurung diri di istana dan menangis.

Kelakuannya ini membuat pejabat-pejabat kerajaan kebingungan. Penasihat kerajaan yang biasanya memberikan pelajaran mengarang juga dongeng semusim (Raja Abdushshaleh tergila-gila pada pena, kertas dan kata-kata) tak mampu berbuat apa-apa. Hal ini membuat kerajaan lupa untuk menagih pajak kepada rakyat, membuat rakyat kesenangan sekaligus kebingungan.

“Aku bersyukur karena Tuhan telah mengubah Raja Abdushshaleh menjadi sebaik ini.”

“Iya, aku juga!”

“Aku juga! Semoga keselamatan dan kesejahteraan tercurah atasnya.”

Kegembiraan rakyat ini akhirnya sampai ke telinga Raja Abdushshaleh. Dan sontak timbul perasaan hangat di hatinya. Rupa buruknya yang tertutup bulu-bulu merah jambu, kini bersemu. Kemudian, usai ia mengerti bahwa menciptakan bahagia bagi orang lain berarti menciptakan jua bahagia bagi dirinya sendiri, ia tersadar.

Raja Abdushshaleh memberanikan diri keluar dari istana yang dulu laksana hotel prodeo baginya, kemudian turun ke jalan ditemani penasihat kerajaan. Tetapi ia tak menyangka kalau penampilannya akan membuat orang-orang menjadi ketakutan.

Raja tertunduk sedih, air mata bergulir satu-satu di pipinya. Penasihat kerajaan lalu menjelaskan siapa manusia buruk rupa yang menyerupai kera berbulu merah jambu tersebut. Dan ketika orang-orang mulai mengerti, mereka berebut untuk menyentuh, memeluk, mengucapkan rasa terima kasih yang teramat sangat kepadanya.

Dan Raja Abdushshaleh seakan meledak karena rasa bahagia.

Kisah Raja Abdushshaleh

Namun, di sinilah segalanya bermula.

Sudah sepuluh tahun berlalu sejak Raja Abdushshaleh diazab oleh Tuhan, dan meski tak satu pun rakyatnya memedulikan rupa sang Raja, ia bisa tiba-tiba menangis dan terlihat begitu sedih. Hal ini membuat rakyatnya merasa kasihan, hingga mereka meminta kepada Tuhan agar menghilangkan azabnya.

Sayangnya hal itu tidak mungkin terjadi. Tuhan telah membuat azab itu agar berlangsung selama lima puluh tahun. Dan ketika Raja Abdushshaleh mengetahui hal ini, ia menangis begitu keras sampai terdengar ke kerajaan-kerajaan tetangga, membuat rakyat yang semakin simpati padanya kini mulai menggugat Tuhan.

“Tuhan! Kau harus mampu mencabut azabnya!”

“Ampunilah dia kalau kau memang Maha Pengampun, Tuhan!”

“Kau harusnya malu, Tuhan! Kini kau lebih kejam dari Raja Abdushshaleh yang dulu!”

Tuhan tersentak karena gugatan-gugatan itu. Ia tersadar kalau ia tidak bisa menjadi yang Maha Kuasa sekaligus Maha Baik. Karena jika ia Maha Baik, ia harus mencabut azabnya, dan itu berarti ia menentang kuasanya sendiri. Dan jika ia Maha Kuasa, maka ia akan tetap mempertahankan azabnya, sehingga ia tak bisa dibilang baik.

Dan karena semua itu, kini Tuhan enyah entah ke mana, meninggalkan Raja Abdushshaleh dengan rupa buruknya, serta para penyembahnya yang kerap bertanya-tanya:

“Di mana Tuhan kini?”

-Tamat-

Ithsamet, 26 Heshbawwi 144

 

Abdushshaleh

Raja Ithsamet IX

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s