#FFRabu – Penipu

Asap yang dulu meraja kini enyah sudah. Meninggalkan kabut-kabut tipis yang masih mengawang di udara. Masih menyakiti mata. Masih menyisakan bara dalam dada.

Entah berapa banyak di antara kami yang mati. Dikuliti pengap. Dirajam sesak.

Langkah kakiku yang sehening kucing hutan tak membuat mereka acuh akan kehadiranku. Itu atau keriuhan yang mereka buat.

Satu yang berkemeja kotak-kotak dipakaikan debu putih pada mukanya. Satu lagi memegangi kotak hitam yang berkali-kali didekatkannya ke bola mata. Tiga yang lain memakai kain untuk menutupi kemaluannya, persis kainku.

Aku bingung, linglung. Membuat sesuatu dalam diri ini seketika berbisik.

Kepercayaan siapa lagi yang akan mereka patahkan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s