#FFRabu – Anakonda

Wajahnya pucat sedari awal, pasi macam mayat. Tubuhnya menggigil sejak ia diberi anakonda sungguhan untuk pertunjukannya kali ini. Ia resah di atas kursinya, gelisah.

Aku mencoba menenangkannya, berujar pertunjukan kali ini akan sangat aman. Hal yang sama persis diucapkan oleh pihak konservasi binatang, tempat kami meminjam ular sungguhan.

Usahaku sia-sia, ia masih saja gugup. Bola matanya menari-nari liar dalam rongganya.

“Satu menit lagi!”

Ia tersentak kaget, makin resah. Keringatnya dingin mulai bercucuran. Kucoba lagi berbicara kepadanya, berharap ada gunanya. Ia menatap mataku dalam-dalam, aku balas menatapnya. Ia pantas untuk takut, anakonda ini mengerikan.

Ia menarik tanganku, kemudian berbisik,

“Bisulku pecah.”

Advertisements

5 thoughts on “#FFRabu – Anakonda”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s