#FFRabu – Ketika Kau Melenguh Merdu

Aku bukan detektif, yang mampu mengartikan gelagat anehmu. Yang cakap berhipotesis terhadap perubahanmu. Yang ahli mengumpulkan bukti-bukti. Yang peka terhadap alibi.

Kau menjadi sejati, menjemputku tanpa kuminta, mengantarku tanpa bertanya. Kau semakin sering berkunjung ke rumahku, menanyai kabar keluargaku. Kau menjadi lebih romantis, mengundang sejuta tanya yang segera kutepis.

Kau semakin mempesona, aku semakin terlena.

Namun aku tak butuh detektif untuk mengetahui udang di balik batu. Semua terkuak ketika kejantananmu merobek selaput daraku. Semua terbongkar ketika semburan-semburan hangat kurasakan di sekitar perutku. Semua menjadi jelas ketika kau melenguh merdu.

“Ah… Diana,” racaumu nikmat dengan tubuh berpeluh.

Tapi, itu nama adikku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s