Selamat Hari Patah Hati

365 hari telah berlalu, tepat setahun setelah kuminta kau datang agar aku bisa memberikan sebatang coklat sebagai tanda kasihku. Kau masih ingat, Nona?
Aku tak mengerti darimana aku harus memulai, apakah sejak pertama kali aku jatuh cinta padamu? Ah jangan, jangan, jangan, itu akan menjadi tulisan yang dungu, manis, dan membuatku makin menyesali  ketololanku karena dahulu aku tak pernah erat menggenggam hatimu.
Ah, aku tahu,  lebih baik aku memulainya ketika kita untuk pertama kalinya bertemu, setelah semesta yang makin lama-makin bejad ini memisahkan kita, layaknya Adam dan Hawa.
Aku melihatmu disana, Nona, diujung gang, dengan orang yang kaukasihi. Bukan, bukan dia yang kini kau peluk mesra kau kecup manja, dia nenekmu, orang yang entah masih mengenaliku atau tidak. Kau berjalan bersamanya menuju rumah mungil yang dulu pernah kusinggahi, tempat kita pernah saling mencinta. Aku terpana, tak mengerti mengapa Tuhan mendatangkanmu kembali dihidupku yang sudah porak poranda.
Ya, dunia kembali menghempaskanku, berbekal secarik kertas bertuliskan nomor teleponku, aku kerumahmu. Namun apa yang kutemui disana? Kau sedang tertawa bahagia dengannya, tawa yang kudamba akan keluar dari mulutmu ketika bersamaku, ah betapa cinta ini tak pernah padam.
Kupanggil kau dan kuminta waktumu sekejap untuk berbicara.
Dan malam itu kau memberiku pesan singkat, hatiku yang pernah hancur kembali hancur, luka yang telah sembuh kini kembali terbuka, mengucurkan tak hanya darah namun nanah. Nona, betapa kau telah menjadi segala dalam kepala, candu dalam kalbu.
Tak perlu lah aku menuliskan betapa sakit hati yang kurasa saat itu. Bayangkan saja, kau pergi ketika aku sedang cinta-cintanya, dan setelah bertahun kau akhirnya kembali, tanganmu menggenggam erat tangan yang bukan tanganmu? Bukankah itu lucu, Nona?
Kau tahu kisah Jacob dan Edward? Ya seperti itulah aku dan pasanganmu, kami mencintai orang yang sama, mendambakan kebahagiaan orang yang sama, berupaya tak jatuh tangis dari orang yang sama. Seperti halnya Jacob, aku tak memilikimu seperti dia memilikimu. Hatimu tlah memilih dia, bukan aku. Lalu pilihan apa yang kupunya, selain menunggu saat ia menyakitimu, dan berharap akulah yang menyembuhkan luka-lukamu?
Ah, Nona, itu terjadi. Kau menangis semalam. Sedu sedanmu menyayatku. Namun ketika aku tahu Edward-mu lah yang membuatmu menangis sepedih itu, aku bahagia. Ah, Nona, betapa aku hanya lelaki egois yang menginginkanmu menjadi milikku seorang.
Tepat setahun yang lalu aku memutuskan untuk sekali lagi mencoba mengemis cintamu. Berbekal sebatang coklat dan boneka panda yang kubeli sehari sebelumnya bersama temanku aku menemuimu. Kini aku teringat betapa aku mabuk kepayang saat itu hingga aku menciumi boneka panda itu berkali-kali. Aku terlalu dimabukkan, terlalu percaya kau akan menerima cintaku yang hanya bermodal coklat dan boneka kecil.
Lagi-lagi semesta melakukan tindakan biadabnya, konspirasinya menimbulkan perih yang lain, kau menolakku.
Ah, Nona, betapa lagi-lagi sakit yang kau beri kepadaku.
Sekarang bagaimana kabarmu? Aku harap kau tak menyesal menolakku dulu. Kuharap kau berbahagia dengan dia yang baru, yang mampu mencuri hatimu lebih lihai dariku, yang mampu memegang tanganmu lebih erat dariku, yang mampu memelukmu lebih hangat dariku, yang mampu mengecup bibirmu lebih lembut dariku.
Aku? Ah biarkan saja aku memandangi kepingan hati yang kini remuk redam, menunggu seseorang datang dan menarik lenganku seraya berkata, “Sudahlah, Sayang, lupakan. Kau akan bahagia bersamaku,”. Ah, itu dia! Dia sudah datang, Nona, suatu saat kau akan kukenalkan dengannya. Namun aku tahu kau pasti akan tertawa melecehkan. Ya, karena dia berbeda denganmu.
Sekali lagi, Selamat Hari Patah Hati.
Untuk mereka yang pernah merasakan pedih, perih serta luka, percayalah, suatu saat akan datang sesorang yang membalut lebam dihatimu. Seseorang yang dengan tololnya kau sebut “Cinta”.

P.S.
Apa kabar boneka panda yang pernah kubilang mirip denganmu? Sayangkah kau kepadanya? Seperti aku yang kini masih menyayangimu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s